KONSEP DASAR PEMBELAJARAN FIKIH Mts

    

KONSEP DASAR

PERENCANAAN PEMBELAJARAN FIKIH MTs

     Pendidikan pada dasarnya merupakan interaksi antara pendidik dengan peserta didik, untuk mencapai yujuan pendidikan yang berlangsung dalam lingkungan tertentu. Interaksi ini disebut interaksi pendidikan, yaitu saling pengaruh antara pendidik dengan peserta didik.

        Rencana pembelajaran pada hakekatnya merupakan perencanaan jangka pendek yang dilakukan oleh guru untuk dapat memperkirakan berbagai tindakan yang akan dilakukan dikelas. Perencanaan tersebut perlu dilakukan agar guru dapat membantu pembelajaran berbagai komponen pembelajaran yang mengembangkan pengembangan kompetensi dasar, antara lain, indikator hasil belajar dan materi berbasis. Kompetensi dasar berfungsi untuk memberikan makna terhadap materi standar. Indikator hasil belajar bekerja sebagai alat untuk mengukur ketercapaian kompetensi.

     Pendidikan membantu peserta dalam mengembangkan dirinya, yaitu mengembangkan semua potensi, pengalaman, serta karakteristik pribadinya untuk mengarahkan yang positif, baik bagi dirinya maupun lingkungannya. Namun dalam melangkah untuk mencapai hal tersebut perlu dan lebih rinci.

        Menurut Cunningham definisi dari perencanaan adalah bahwa menyeleksi dan menghubungkan pengetahuan, fakta, imajinasi, dan asumsi untuk masa yang akan datang dengan tujuan memvisualisasi dan memformulasi hasil yang diinginkan, urutan kegiatan yang diperlukan, dan perilaku dalam batas-batas yang dapat diterima yang akan digunakan dalam penyelesaian. Perencanaan disini pada usaha menyeleksi dan menghubungkan sesuatu dengan kepentingan masa yang akan datang serta usaha untuk mencapainya.

        Arthur W. Steller mengemumakan bahwa Perencanaan Adalah Hubungan ANTARA APA Yang ADA Sekarang ( Apa ) Dengan Bagaimana Harus ) Yang berkaitan dengan kebuthan, menentukan tujuan, Program Dan Alokasi Sumber. Perencanaan di sini pada usaha-usaha yang sedang dilakukan antara keadaan sekarang dengan keadaan yang akan datang disesuaikan dengan apa yang dicita-citakan.

        Stephen P. Robbins mengatakan bahwa perencanaan adalah suatu cara untuk mengantisipasi dan menyeimbangkan perubahan.definisi ini mengasumsi bahwa perubahan selalu terjadi. Perubahan lingkungan ini selalu menyediakan, dan hasil antisipasi ini dipakai agar perubahan itu berimbang.

        Definisi ketiga diatas terlihat rumusan dan tekanan yang berbeda. Yang satu mencari wujud yang akan datang serta usaha untuk mencapainya. Yang lain menghiangkan keadaan antara sekarang dengan keadaan masa datang dan yang terakhir mengubah keadaan agar sesuai dengan keadaan yang juga berubah. [1]

        Kaufman mengatakan perencanaan adalah suatu pernyataan tentang tujuan yang diperlukan dalam rangka mencapai absah dan layak. Kaufman mengatakan perencanaan adalah suatu pernyataan tentang tujuan apa yang diperlukan dalam rangka mencapai absah dan layak. [2]

     Pendapat Philip Commbs mengatakan dalam arti luas, perencanaan pengajaran adalah suatu penerapan yang rasional dari analisis sistematis proses perkembangan pendidikan dengan agar pendidikan itu lebih efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan dan para murid dan masyarakatnya . [3]

      Kesimpulan dari di atas bahwa perencanaan adalah Kegiatan yang diperlukan dalam suatu organisasi maupun perorangan untuk mencapai tujuan yang diinginkan agar hasil yang memuaskan, disertai beberapa langkah antisipatif guna memperkecil yang terjadi sesuai dengan keadaan di lingkungan masing-masing yang selalu berubah-ubah.

Perencanaan Pembelajaran

        Degeng menyatakan bahwa pembelajaran atau pengajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa. Dalam pengajaran terdapat kegiatan memilih, menetapkan, mengembangkan metode untuk mencapai hasil pengajaran yang diinginkan, dengan melihat kondisi pengajaran yang ada.

         Dalam hal ini istilah pembelajaran memiiki hakikat perencanaan dan perancangan (desain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. Dalam belajar, siswa tidak hanya berinteraksi dengan guru sebagai satu sumber belajar, tetapi mungkin berinteraksi dengan semua sumber belajar yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Oleh karena itu, pembelajaran belajar pada "bagaimana membelajarkan siswa" dan bukan "apa yang dipelajari oleh siswa". [4]

        Jika dilihat dari terminologinya perencanaan pembelajaran terdiri atas dua kata yakni, kata perecanaan dan kata pembelajaran. Untuk memahami konsep dasar perencanaan, perencanaan berasal dari kata rencana yaitu pengambilan keputusan tentang apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan. Dengan demikian, proses suatu perencanaan harus dimulai dari penetapan tujuan yang akan dicapai melalui analisis kebutuhan serta dokumen yang lengkap, kemudian menetapkan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Ketika kita merencanakan, maka pola pikir kita diarahkan bagaimana agar tujuan itu dapat dicapai secara efektif dan efisien. [5]

        Apa yang dipelajari merupakan bidang kajian dari kurikulum, yaitu mengenai apa isi pembelajaran yang harus dipelajari agar dapat mencapai tujuan. Bagaimana cara mengorganisasikan pembelajaran, bagaimana menyampaikan isi pembelajaran, dan bagaimana cara menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat bekerja secara optimal merupakan hal-hal yang tidak dapat dicapai dalam mencapai tujuan. Pembelajaran yang akan memerlukan berbagai teori untuk merancangnya agar rencana pembelajaran yang disusun benar-benar dapat memenuhi harapan dan tujuan pembelajaran. Pembelajaran sebagai suatu disiplin ilmu perhatian pada perbaikan kualitas pembelajaran dengan menggunakan teori pembelajaran deskriptif, [6]

        Menurut Ely (1979) perencanaan pembelajaran juga bias dikatakan suatu proses dan cara berfikir yang dapat membantu menciptakan hasil yang diharapkan. Sejalan dengan pendapat diatas kaufan memandang bahwa perencanaan itu adalah sebagai suatu proses untuk menetapkan “kemana harus pergi”dan bagaimana untuk sampai”ketempat” itu dengan cara yang paling efektif dan efisien. Menetapkan kemana pergi mengandung pengertian yang sama dengan merumuskan tujuan dan sasaran yang akan dituju, sedangkan mengatur bagaimana sampai ke tempat itu berarti menyusun langkah-langkah yang efektif dalam rangka mendorong tujuan. [7]  

        Perencanaan yang diharapkan dilihat sebagai suatu alat yang dapat membantu para pendidikan untuk lebih berdaya guna dalam melaksanakan tugas dan Perencanaan dapat membantu suatu tujuan, tepat dan memberi kesempatan untuk mengontrol dan mewujudkan dalam pelaksanaannya. [8]

                Konsep perencanaan pembelajaran dapat dilihat dari beberapa sudut pandang yaitu : 

                     1. Perencanaan pengajaran/pembelajaran sebagai teknologi; adalah suatu perencanaan                                 yang mendorong penggunaan teknik-teknik yang mengembangkan tingkah laku kognitif                         dan teori-teori konstruktif terhadap solusi dan masalah dalam pembelajaran.     

2. Perencanaan pengajaran sebagai suatu sistem; adalah sebuah kumpulan dari sumber-sumber dan prosedur-prosedur untuk menggerakan pembelajaran. Pengembangan sistem pembelajaran melalui proses yang sistematis, selanjutnya diimplementasikan dengan mengacu pada sistem perencanaan itu sendiri.

3.      Perencanaan Pengajaran/Pelebelajaran sebagai sebuah disiplin; adalah cabang dari pengetahuan yang memperhatikan hasil-hasil penelitian dan teori tentang strategi pembelajaran dan implementasi aswiya terhadap strategi tersebut.

4.      Perencanaan Pembelajaran sebagai sains (science), adalah; mengkreasi secara detail spesifik dari pengembanghan, implementasi, ecakuasi dan pemeliharaan unit-unit yang luas maupjun yang lebih sempit dari materi pelajaran dengan segala tingkatan kompleksitannya.

5.      Perencanaan pembelajaran sebagai proses; adalah pengembangan pembelajaran secara sistematik yang digunakan secara khusus atas teori-teori dasar pembelajaran dan npengajaran untuk menjamin kualitas pembelajaran. Dalam perencanaan ini, dilakukan analisis kebutuhan dari proses belajar dengan alur yang sistematis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Termasuk melakukan evluasi terhadap materi pelajaran dan aktifitas-aktifitas pengajaran. 

6.       Perencanaan pembelajran sebagai realitas; adalah ide yang dikembangkan dengan hubungan pembelajaran dari waktu ke waktu dalam suatu proses yang dilakukan secara terencana, bahwa semua kegiatan telah sesuai dengan sains dan dilaksanakan secara sistematis. [9]

 

                Dasar Perlunya Perencanaan Pembelajaran

Upaya pembelajaran ini dilakukan dengan asumsi sebagai berikut:

1. Untuk memperbaiki kualitas pembelajaran perlu diawali dengan perencanaan pembelajaran yang diwujudkan dengan adanya desain pembelajaran;

2.    Untuk merancang suatu pembelajaran perlu menggunakan sistem pendekatan;

3.     Perencanaan desain pembelajaran yang diacukan pada siswa secara perorangan;

4. Untuk merencanakan suatu desain pembelajaran diacukan pada siswasecara perorangan;

5.   Pembelajaran yang dilakukan akan bermuara pada ketercapaian tujuan pembelajaran, dalam hal ini akan ada tujuan langsung pembelajaran, dan tujuan pengiring dari pembelajaran;

6.  Sasaran akhir dari perencanaan desain pembelajaran adalah mudahnya siswa untuk belajar;

7.    Perencanaan pembelajaran harus melibatkan semua variabel pembelajaran;

8.   Inti dari desain pembelajaran yang dibuat adalah penetapan metode pembelajaran yang optimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Kelemahan dalam perencanaan dapat disebabkan dua hal penting yaitu:

1.  Karena manusianya sering diabaikan.Dala perencanaan bertanya “apa”, “bagaimana” dan “bilamana” namun kadang-kadang lupa mempercakapkan “siapa” atau orang yang terlibat didalamnya.

2. Disebabkan perencanaan yang berlebihan. Perencanaan memang berlaku juga sebagai petunjuk mengenai apa yang dilakukan, akan tetapi jika perencanaan disusun begitu padat dan ketat serta kaku dan tidak manusiawi maka dapat menimbulkan kebingungan dan ketidakpastian. [10]

 

                Prinsip-Prinsip Umum Tentang Mengajar

Prinsip-prinsip umum yang harus dijadikan pegangan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar adalah sebagai berikut:

1.  Mengajar harus berdasarkan pengalaman yang sudah dimiliki siswa.

2.   Pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan harus bersifat praktis.

3.   Mengajar harus memperhatikan perbedaan individu setiap siswa.

4.  Kesiapan ( readines ) hearts belajar itub dijadikan Landasan hearts Mengajar.

5.  Tujuan pengajaran harus diketahui siswa.

6.  Mengajar harus mengikuti prinsip psikologis tentang belajar. [11]

Prinsip Perencanaan Pembelajaran

1. Pembelajaran yang dipersiapkan secara cermat dan sistematis akan dapat membantu perkembangan siswa secara maksimal.

2. Perencanaan yang cermat dan sistematis yang dikembangkan dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti teori belajar dan karakteristik siswa.

3.    Hendaknya diarahkan untuk membantu proses belajar siswa secara individual.

4.  Hendaknya dikembangkan dg pendekatan sistem. Menggunakan langkah-langkah dlm proses pengembangan

5.   Harus mempertimbangkan pemanfaatan berbagai sumber dan alat bantu belajar. [12]



[1] Hamzah B. Uno,Perencanaan Pembelajaran, (Jakarta:PT. Bumi Aksara;2006),hlm.1-2

            [2] Harjanto, Perencanaan Pengajaran, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 1997) hlm.2.

[3] Harjanto,Perencanaan Pengajaran, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 1997) hlm.2.

[4] Hamzah B. Uno,Perencanaan Pembelajaran, (Jakarta:PT. Bumi Aksara;2006),hlm.2-3

[5] Wina Sanjaya,Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran,(Jakarta: Kencana,2009), hlm 24

[6] Hamzah B. Uno,Perencanaan Pembelajaran, (Jakarta:PT. Bumi Aksara;2006). hlm.3

[7] Ibid,Uno,Perencanaan Pembelajaran, (Jakarta:PT. Bumi Aksara;2006), hlm 4

[8] Harjanto,Perencanaan Pengajaran,(Jakarta: PT Rineka Cipta, 1997) hlm.22.

[9] Jurnal Nana Suryapermana, Judul Perencanaan Dan Sistem  Manajemen Pembelajaran, Volume 1 No. 2 (Juli-Desember) 2016, TSARWAH (Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam)

[10] Harjanto, Perencanaan Pengajaran, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 1997) hlm.23.

[11]Hamzah B. Uno, Perencanaan Pembelajaran , (Jakarta:PT. Bumi Aksara;2006),hlm.4

[12] PERENC._PEMBELAJARAN.pdf

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jihad

Makhab Sahabi